Kamis, 05 Januari 2012

Nikmatnya Mie Goreng Cha Siew di Imperial Lamien

Iseng saya googling DetikFood dan menemukan artikel mengenai tempat makan baru di area Flavor Bliss, Alam Sutera.
Tempat baru ini menyajikan Lamien dengan koki asli yang diimport dari China, sudah gitu dalam artikelnya juga dikatakan bahwa harga makanan dan minumannya ternyata cukup terjangkau, oleh sebab itu berangkatlah kita kesana beberapa hari kemudian.

Di area Flavor Bliss ini kita akan menemukan banyak sekali pilihan tempat makan ataupun tempat untuk bersantai sekedar ngopi-ngopi.
Imperial Lamien ini ada di pojokan bersebelahan dengan resto Grand Ni Hao.
Waktu awal-awal, mereka mengadakan promo 2 lamien yang harganya didiskon dari sekitar 26 ribuan menjadi Rp 14.900, tetapi promo ini hanya berlaku dari Senin-Jumat.
Karena lagi didiskon makan kita pesan 2 lamien tersebut, yang satu Mie Sapi Pedas dan satu lagi Mie Yu Syiang b2 (non-Halal).
Selain pesan dua menu tersebut, kita juga memesan Mie Goreng Cha Siew b2 (non-Halal) dan Nasi Goreng Yang Chow, dan untuk minumnya kita pesan Chinese Tea yang Chrysanthemum.

Setelah memesan, kita harus bersabar untuk menunggu beberapa saat sampai pesanan kita datang, karena mie nya langsung dibuat oleh si koki saat kita pesan (itu kata salah satu pelayannya loh), di salah satu sudut ruangan ada sebuah LCD TV digantung, disana kita dapat melihat si koki yang sedang mengangkat lalu menggulung-gulung mie, walaupun tanpa TV si koki sebenarnya sudah bisa terlihat kok, lha orang disana open kitchen gitu konsepnya.

Satu-persatu pesanan kita datang dan kita saling berbagi pesanan masing-masing agar kita bisa mencicipi semua yang kita sudah pesan.
Untuk Mie Yu Syiang b2 nya saya cukup suka, campuran b2 cincangnya dicampur dengan irisan bangkuang mengingatkan saya pada makanan-makanan Vietnam yang identik banget dengan buah satu ini.
Tapi jujur saya kurang suka dengan campuran buah ini dengan mie dan daging b2, jadi saya singkirkan beberapa irisannya.hehehe..
Untuk Mie Sapi Pedas nya, ini mie yang disajikan memang sudah berkuah, warna kuah nya sesuai dengan namanya agak kemerahan, tapi rasanya cuma pedas-pedas gertak, alias tidak terlalu terasa pedasnya. Untuk mie ini saya cukup suka, tapi sayang saya bukan pecinta mie-mie berkuah. ;p
Dan untuk Mie Goreng Cha Siew nya, kita bilang sih juara deh. Walaupun dalam penyajiannya, si mie goreng ini agak berlebihan minyak, tapi mungkin ini yang membuat si mie goreng tambah nikmat..sluurprppp..
Kalau tidak suka minyak berlebih, kita bisa bilang kok sama pelayannya.
Terakhir kita cicipi si Nasi Goreng Yang Chow, sebenarnya ini sih pesanan mama saya, karena dia suka dengan nasi goreng yang tidak pakai kecap seperti pada umumnya.
Kalau saya malah kebalikannya, nasi goreng tanpa kecap seperti sop tanpa kaldu. fiuhh..
Nasi Gorengnya ya biasa saja menurut saya, atau mungkin faktor selera kali ya, isinya sih lumayan campuran beberapa seafood, cha siew, dll tapi warnanya kuning mentega gitu.

Untuk hidangan penutup kita coba pesan salah satu menu dimsumnya, si mantau goreng (kukus juga ada), mantaunya agak unik dan isinya tidak padat, tapi begitu di cocol dengan susu, wihhh..PASSSS Banggetttt enaknyaaa.. :D
Lalu kita juga pesan es Salju Shanghai, menurut kita es nya agak terlalu manis dan isinya kurang banyak. hehehehe...

Segitu dulu deh review saya mengenai Imperial Lamien, ini mengenai kunjungan pertama saya, saat ini saya sudah mengunjungi tempat tersebut sekitar 5 kali dan selalu memesan menu-menu yang berbeda, tetapi menu Mie Goreng Cha Siew selalu ada dalam list pesanan kami :p
Ingin saya me-review satu-persatu menu yang sudah saya pesan selama saya berkunjung kesana, tapi kepanjangan kayanya :(
Biar tidak penasaran, silahkan datang dan rasakan sendiri lamien buatan si koki import ini.hehehe..

-Ohya terakhir berkunjung, promo Mie Sapi Pedas dan Mie Yu Syiang sudah tidak ada lagi, tetapi digantikan promo-promo lainnya.-

Mie Sapi Pedas


Mie Goreng Cha Siew, maknyusss..


Si Koes lagi menikmati Mie Yu Syiang nya :)


Nasi Goreng Yang Chow


Mantau Goreng


"Maaf entah kenapa beberapa foto menghilang tanpa jejak.. T_T, jadi hanya foto diatas yang bisa ditampilkan"

Mie Sapi Pedas (promo) : Rp 14.900
Mie Yu Syiang (promo) : Rp 14.900
Mie Goreng Cha Siew : Rp 26.900
Nasi Goreng Yang Chow : Rp 22.900
Mantau Goreng : Rp 10.900
Es Salju Shanghai : Rp 15.900
Chinese Tea Chrysanthemum : Rp 5.900

Imperial Lamien
The Flavor Bliss Extension
Alam Sutera Serpong, Tangerang

Jumat, 23 Desember 2011

Babyback ala White Hunter

Kemarin genap sudah saya dan Koes jadi pasangan selama 4 tahun lamanya... doakan supaya tahun depan bukan perayaan jadian lagi tapi perayaan lain.. (ngertilah maksudnya) :p

Terus kita cari tempat buat makan enak tapi suasananya santai, jadilah kita pilih si White Hunter sebagai tempat perayaan jadian kita.hehehe...
Pertimbangan lain selain mau cobain babybacknya, si White Hunter ini lagi ada diskon 30% dengan Mandiri credit card (food only), minimal transaksi pun harus Rp 250.000, kalau punya BNI credit card lebih untung lagi diskon 50% dengan minimal transaksi hanya Rp 200.000 saja, sayang punya nya Mandiri.

Tadinya kita mau ke White Hunter yang di Gandaria City, tapi setelah dipikir-pikir macetnya, pas orang pulang kerja pula, jadinya kita ke WH yang di Living World Alam Sutera saja.
Disana kita pesan babyback regular yang lokal dengan saus bbq dan .... lupa, yang rasanya ada winenya gitu, kita memang sengaja minta sausnya dipisah biar bisa dibandingi.
Lalu Koes pesan Beef n Bacon Burger dan sebagai appetizer kita pilih Mozzarella Cheese Stick. Minumnya cukup ocha dingin saja, karena tidak didiskon.hehehee..
Btw ocha di WH ini agak berbeda dengan ocha di resto-resto Jepang, ocha di WH ocha ala teh Korea gitu, rasanya pun lebih 'nendang' daripada ocha ala Jepang.

Setelah pesanan datang, keluar deh gaya bar-bar kita..yang awalnya masih pakai garpu dan pisau, lama-lama pakai tangan juga.hahahaaa...
Ya itulah seninya makan iga, pakai tangan lebih nikmat lohh!!!
Untuk rasa sih standar, masih lebih maknyus punyanya si Tony Roma's, tapi jujur iga nya si Nuri's yang di Ubud (bukan yang di Kelapa Gading yah) lebih cocok dilidah 'ndeso' saya. Karena rasa manisnya itu loh..slurrpp..
Apa mungkin saya harus pesan yang US yah, mungkin rasanya akan lebih oke dari yang lokal, ya lain kali deh coba lagi.

Untuk Beef n Bacon Burger s Koes bilang sih cukup oke, tapi saya kurang suka dengan dagingnya, rada kurang berbumbu dan terlalu lembek.
Dan untuk Mozzarella Cheese Stick nya kalau dimakan pas panas, masih terasa banget kelezatan kejunya, tapi begitu dingin, rasanya betul-betul biasa saja soalnya saya bawa pulang karena tidak habis dimakan disana.

Laen kali kalau datang lagi mungkin saya akan coba beef ribs nya dan fish & chip nya.

Makasih Koessss, selamat 4 tahunan yachhh semoga bisa lebih sabar lagi sama daku... Muacchh..

"Ik hou van jou"


Babyback regular


Beef n Bacon Burger


Mozzarella Cheese Stick







Mozzarella Cheese Stick : Rp 28.000
Beef n Bacon Burger : Rp 55.000
Baby Back Ribs (Reguler) : Rp 168.000
Ocha : Rp 15.000

Han Gang - White Hunter
Living World #GF-37
Alam Sutera Serpong, Tangerang

Minggu, 05 Desember 2010

Mencicipi Es Krim Tempo Doloe

Ragusa Es Italia,
Ya itu nama tempatnya..
Sebenernya nama Ragusa sudah lama saya dengar dari mulut ke mulut, tapi baru kemarin ada kesempatan untuk mencicipinya.

Karena sudah ada bayang2an letak pasti lokasinya, kemarin sore kami langsung meluncur ke TKP tanpa ada hambatan apapun.
Sangat mudah menemukan tempatnya yang persis ada disebelah kiri jalan, karena jalanannya satu arah.
Tempat Ragusa tidak terlalu besar dan bangunannya sudah agak tua.

Persis di depan Ragusa ada beberapa penjual makanan, seperti sate ayam, asinan, otak2 bakar, dan kue cubit.
Semuanya boleh dipesan dan dimakan di dalam Ragusa.
Tapi kami tidak memesan apa2 karena menurut beberapa pendapat orang satenya kurang enak dengan harga yang kurang bersahabat pula.

Di Ragusa saya memesan Special Mix, sedangkan Koes memesan Banana Split.
Yang jadi andalan disana ialah Spagheti ice cream dan Banana Split.
Special mix yang saya pesan isinya 4 scoop es krim berbagai rasa, nougat, vanila, coklat, dan stroberi serta taburan kacang.
Sedangkan banana split nya Koes isinya 3 scoop es krim beda rasa dengan potongan pisang dan taburan kacang, jeli2 kecil (kalau gak salah ya, abis gatau namanya), dan sedikit siraman coklat di atasnya.

Kalau soal rasa es krim home made dan tanpa bahan pengawet ini sih kita bilang standar aja, bagi yang tidak suka manis harus dicoba es krim Italia ini, karena rasanya tidak terlalu manis dan teksturnya sangat lembut.
Jadi mudah sekali untuk meleleh jika tidak cepat memakannya.
Ohya soal taburan kacang, buat yang tidak suka harus bilang, karena rata2 es krim yang kita pesan itu pasti ada taburan kacangnya.

Tempat Ragusa ini betul2 masih mempertahankan ke-asliannya, jadi interior, furniture, sampai mesin kasirnya sudah jadul bangetsss..
Maklum, konon Ragusa ini sudah ada sejak tahun 1932 loh !!!
Di dinding2nya terdapat foto2 Ragusa pada jaman dahulu dan beberapa ukiran lainnya.
Tetapi pelayanan agak kurang, karena beberapa pelayan kurang ramah.

Setelah menghabiskan es krim pesanan, kita langsung meluncur ke MKG (Mal Kelapa Gading), tapi sebelum itu saya tergiur untuk membeli kue cubit yang ada di depan Ragusa, tapi pas kita tanya harga sekotak isi 10, harganya Rp 15.000. Ahhh kok mahal sih, masa untuk kue cubit seimut itu harga per buahnya seribu lebih..
Pas kita tawar 10ribu, abangnya langsung nyuekkin kita.
Ya uda bye2 deh kue cubit dan abangnya yang belagu itu...
Masih banyak kok yang lebih worth it dari yang dijual si abang ;D

Segitu dulu review mengenai Ragusa Es Italia, kalau iseng2 lewat jalan Veteran boleh deh sekedar mampir.


Special mix : Rp 18.000
Banana split : Rp 27.000
Air putih : GRATIS


Ragusa Es Italia
Jl. Veteran I no.10
Jakarta Pusat