Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan ke Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan ke Bali. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Agustus 2010

Tahun Baru (LAGI) di Bali (pt.6)

Lanjutan dari cerita sebelumnya :

Pagi itu tanggal 5 Januari 2010 kita melewatkan breakfast di hotel kami yang baru ini, selain karena kesiangan kami juga tidak begitu tertarik dengan roti panggang.
Oh iya waktu itu Bali lagi musim mati lampu, jadi hampir setiap hari mati lampu, makannya suara genset terdengar dimana-mana, khususnya hotel2 besar.
Nah berhubung hotel kami hotel yang murah, sudah pasti tidak disediakan genset, jadi kalau sedang mati lampu terpaksa kami harus jalan2 keluar dari hotel karena malas di kamar gelap2an.
Nah pagi itu selesai mandi, kita siap2 untuk pergi ke Tanah Lot karena pada tanggal 1 kemarin kami gagal untuk melihat panorama Tanah Lot dikarenakan sampai disana pada malam hari. Sore ini Koes akan kembali duluan ke Jakarta, jadi mau tidak mau kami harus kesana pagi2.
Karena Koes sudah hafal jalannya, kami tidak menemui kendala lagi selama menuju kesana.

Sampai disana kita dikenai retribusi masuk kendaraan, tapi saya lupa berapa.
Nah sebelum masuk, kita juga harus beli tiket dulu. Setelah itu kita akan dipertemukan dengan berbagai kios2 pedagang, seperti pasar mini tapi yang dijual tentu saja bukan sayur2an tetapi aneka kerajinan, baju2 dan souvenirs.
Pasar disini boleh dibilang cukup mahal dalam soal harga, untuk menawarpun agak sulit disana.
Setelah melalui jalan lurus, kita akan melihat semacam gapura sebelum masuk ke pantainya.
Saya agak sedikit tercengang waktu itu karena airnya sedang tinggi2nya. Lalu saya tanya kepada petugas disana, apakah memang lagi musim air tinggi waktu itu?
Terus dia bilang, kalau pagi memang seperti itu, kalau sore baru mulai surut.
Ya ampunnn saya baru ingat sekarang, memang tiap saya kesana pasti sudah sore dan airnya pun telah surut.
Kalau air surut kita bisa ambil air suci dan melihat ular suci dibawah sana, padahal mamanya Iyul ingin melihat kedua hal tersebut disana, tapi apa mau dikata kita salah waktu datangnya.hehehe..
Akhirnya setelah foto2, kita cuma puter2in pasarnya saja. Beli beberapa baju dan souvenirs, setelah itu kami duduk2 santai sambil memesan minum di salah satu kedai kecil disana karena kami dehidrasi yang disebabkan udara panas.
Lagi enak2nya menikmati keteduhan sambil menikmati dinginnya es yang kita pesen, tau2 ada suara orang teriak2 seperti nangis gitu, rupanya ada salah satu penjaga kios sana yang kesurupan….waduh2 langsung deh pada heboh..
Karena kita sok tahu, kita juga ikut2an melihat2 si mbak2 yg lagi histeris. Lalu kita tanyakan kepada si penjual es kenapa bisa begitu.
Menurut dia disana memang sering ada orang yang kesurupan, katanya mbak tadi memang sedang sakit, terus keluar dari kamar mandi langsung deh seperti itu..ck..ck..

Pura Tanah Lot




Iyul dan mamanya






Selesai dari Tanah Lot, kita kembali ke arah Kuta. Sebelum kembali ke hotel Koes mengajak kami jalan2 dulu di pasar seni Kuta.
Disana kami tidak lama2, setelah itu kami segera kembali ke hotel karena Koes harus segera tiba di airport tepat waktu.
Akhirnya sore menjelang malam saat itu, kami mengantar Koes ke airport dengan motor.
Sebenarnya tidak ada dia saya jadi bingung mau ngapain di Bali ini, soalnya saya tidak tahu jalan.hehehe..
Pulang dari airport ke Kuta pun saya hanya mengandalkan ke-sok tauan saya.
Sebelum kembali ke hotel, saya, Iyul, dan mamanya jalan2 dulu di Discovery mall.
Disana kita tidak berlama-lama hanya sekedar muter2 saja, setelah itu saya ajak Iyul dan mamanya untuk makan di soto ceker di salah satu pasar masih disekitaran Kuta.
Soto ceker itu sudah lumayan terkenal, namanya soto ceker Kuta dan bukanya saat malam hari.
Berhubung saya tidak menyukai ceker, maka saya memesan soto ayam saja ditempat yang sama.
Kalau sedang ramai2nya, kita terpaksa harus antri untuk dapat tempat duduk. Untungnya malam itu kita bisa cepat dapat tempat duduk.
Ohya selain enak, soto ceker ini tidak terlalu mahal loh. Makannya kalau kesana jangan lupa untuk sekedar mencicipi soto ceker tersebut.
Tentang soto ini sudah pernah saya posting sebelumnya.

Oh iya saya juga mempunyai beberapa kendala selama di Bali waktu itu, misalnya kartu ATM saya ditolak oleh mesin2 ATM disana. Saya sampai mencoba disetiap mesin yang saya temui. Bisa gawat ini pikir saya, kalau tidak ada 1 mesin pun yang menerima kartu saya. Kartu saya memang sudah agak rusak dan harusnya segera diganti tapi saya belum sempat untuk menggantinya.
Sampai akhirnya saya menemukan salah satu bank yang ada ATM nya, lalu saya coba dan akhirnya berhasil juga, langsung deh saya buru2 mentransfer uang2 saya ke Koes dulu supaya tidak perlu repot2 lagi mencari ATM yang bisa menerima kartu saya.

Setelah makan soto ceker kami kembali ke hotel kami di Popies. Pas sudah agak malaman, saya teringat dengan nasi jinggo, nasi bungkus seperti nasi kucing, jadi isinya hanya nasi secuil, sayur kacang panjang, mie goreng, ayam/daging plus sambel.
Harganya pun sangat murah yaitu Rp 1.500-2.000 dan biasanya yang jual nongolnya pas malam hari pakai motor atau sepeda.
Nah berhubung saya suka dengan nasi jinggo yang mangkal di dekat jalanan Seminyak, malam itu saya ajak Iyul untuk membelinya.
Nasi jinggo yang ayam atau daging sering cepat habis disana, paling2 sisa yang isinya ati ampla. Nah kalau saya kehabisan, saya lari ke pasar Kuta dekat tukang soto ceker disana juga ada tapi kurang enak.
Akhirnya malam itu kami lalui dengan sarapan 2 bungkus nasi jinggo sebelum tidur.hehehe...

Nasi Jinggo (google)


Esok paginya tanggal 6 Januari 2010, kami sempatkan bangun lebih pagi sedikit karena ingin mencoba breakfast di hotel kami yang baru, walaupun cuma roti panggang dan teh/kopi.
Ternyata roti panggangnya bukan di isi dengan selai seperti pada umumnya, tetapi di isi dengan potongan2 kecil pisang. Wah saya baru coba nih..
Pas saya coba sedikit ternyata rasanya tidak mengecewakan malah bisa dibilang lumayan enak. Iyul dan mamanya pun berpendapat yang sama dengan saya.

Oh ya sore sebelumnya saya sempat memesan pie susu Bali dan pia legong lewat telepon, tapi yang bisa dipesan hanya pie susu Bali sedangkan pia Legong hanya bisa menerima pesanan untuk seminggu kemudian.ck...ck..
Saya memesan pie susu Bali ini seratus buah, harga satuannya Rp 1.500. Lebih baik langsung memesan ke tempat produksinya di kawasan Denpasar karena lebih murah dan jangan khawatir untuk daerah Kuta dan sekitarnya bisa diantar kok, tapi ada minimum order dan dikenakan ongkos Rp 10.000.

Alamat :
Jl. Nangka Gg Nuri 1 no. 14
Denpasar
Telp : 081 337 557 888, 0361 – 784 2073, 0361 – 263138

Pie Susu Asli




Pie susu Bali yang terkenal ini saya tahu dari hasil googling dan saya baru akan mencobanya saat itu. Pie susu ini tidak seperti pie susu biasa yang sering saya lihat di pasar2 yang berbentuk agak tebal.
Pie susu Bali ini bentuknya tipis2 dan rasanya tidak terlalu manis, walaupun saya bilang tidak terlalu istimewa tapi pie susu ini boleh loh dijadikan oleh2 jika Anda berlibur ke Bali. Makan satu memang tidak cukup, sekali makan saya bisa langsung 2 buah karena bentuknya yang tipis. Makannya saya pesan dalam jumlah yang banyak sekalian untuk oleh2.
Sedangkan untuk pia Legong, saya terpaksa harus gigit jari. Selain penyambut telepon yang tidak ramah sama sekali, saya juga diharuskan memesan dari jauh2 hari.
Untuk yang lain jika mau mencoba pia Legong lebih baik memesan sebelum keberangkatan Anda ke Bali daripada harus gigit jari kaya saya.

Oh iya, kembali ke cerita sebelumnya. Pagi itu selesai mandi dan breakfast kami ingin makan yang manis2. Lalu kami putuskan untuk jalan2 ke pasar tradisional di sekitaran Kuta.
Nah pas sampai pasar rupanya saya kesiangan dan hanya menemukan 1 toko kue yang masih buka.
Nama toko kuenya saya lupa, tapi disana menjual kue yang lumayan beraneka ragam, dari kue basah sampai kue kering ada semua.
Nah saya menemukan pie susu dengan merek yang berbeda-beda tetapi saya tidak menemukan pie susu yang saya cari, yang mereknya pie susu asli. Lalu saya beli salah satunya hanya untuk perbandingan dengan pie susu yang sudah saya pesan.
Sesudah selesai belanja kue, saya teringat akan kunci kamar kita. Lalu saya cari2 di tas, kantong, dsb nya tetap tidak ada.
Waduh saya langsung panik, jangan2 terjatuh di jalan dan hilang.
Lalu kami kembali ke hotel untuk mencari kunci. Supaya si pemilik tidak curiga, saya beralasan untuk meminjam kunci kamar karena kunci kamar saya tertinggal di dalam.
Eh2 taunya si pemilik malah bilang, "kok tadi kenapa kuncinya ditinggal diluar??"
Saya langsung merasa serba salah karena bingung mau bilang apa lagi..hehehe..
Saat itu rupanya saya mendapat titipan, bukan hadiah atau sejenisnya tetapi pesanan pie susu saya..
Saya terkejut padahal janjinya kan sore diantarnya, tapi waktu itu pagi2 paketnya sudah nongol di front office.
Lalu saya tanya kepada ibu pemilik hotel, orang yang antarnya kemana? kan saya belum membayarnya..
Lalu si ibu bilang, nanti orangnya mau balik lagi siangan. Ok deh kalau begituu..

Karena takut si kurir kembali pas sore harinya, kita putuskan untuk menitipkan saja uang pie susunya kepada si ibu pemilik hotel karena kita mau liat2 di Joger dan keliling2 untuk beli oleh2.
Sebelum ke Joger kita sempatkan dulu makan lagi di sate b2 di pertigaan yang mau ke Legian setelah itu baru lanjut ke Joger.
Untungnya saat itu Joger sedang tidak ramai jadi kita bisa dengan leluasa memilih barang2 yang kita mau.
Setelah dari Joger kita menyebrangi jalan untuk melihat toko oleh2 Clarisa. Toko ini sudah menjadi langganan saya jika ke Bali. Disana dijual macam2 oleh khas Bali walaupun tokonya tidak besar. Yang tidak lupa saya beli disana adalah kacang disco dan ledre pisang titipan mama saya.

Selesai dari sana kita tidak langsung kembali ke hotel tetapi kita memilih untuk mengelilingi pusat jajanan oleh2 di sekitaran Kuta.
Karena sudah sore menjelang malam, perut kami sudah teriak2 minta diisi lagi.hehehe..
Lalu mamanya Iyul ngajak kita untuk makan di soto ceker lagi yang ada di pasar Kuta, rupanya dia ketagihan dengan soto itu.
Sesampainya disana ternyata tukang sotonya belum buka, gerobaknya pun belum ada.hikss..
Karena sudah lapar sekali akhirnya kita putuskan untuk mencoba soto ceker di kedai sebelahnya. Yaa memang ada juga yang jual soto ceker persis disebelah tukang soto ceker yang ramai tersebut tapi sudah mempunyai tempat yang permanen.
Ternyata makan disana murah meriah banget loh, saya pesan bakso, Iyul dan mamanya pesan soto ceker plus minum es teh tawar dan berbagai snack dan kerupuk yang kita ambil hanya dikenai harga Rp 29.000. Mantappp..

Setelah makan kita kembali ke hotel. Iyul dan saya tergoda untuk mencoba berenang di kolam renang hotel kita.
Ternyata kolamnya tidak nyaman, yang kedalaman kurang lebih 1 meter hanya beberapa meter selebihnya bisa 3 meteran dan itu ada di dalam satu kolam. Jadi dari kolam satu meter langsung ada turunan di dalam airnya yang langsung dalam. Ahh susah nih jelasinnya.hahaha..

Malamnya sebelum tidur, saya ajak Iyul lagi untuk beli nasi jinggo karena besok pagi kita sudah harus kembali ke Jakarta.
Malam itu ditengah pencarian nasi jinggo, tiba2 turun hujan besar, otomatis Iyul dan saya yang naik motor kena hujan dan basah kuyup hanya demi si jinggo..
Seperti biasa, kalau kita beli nasi jinggo tidak cukup satu. Jadi kami beli 6 masing2 makan 2 buah.hehehe..

Esok paginya saya suruh Iyul untuk cari taksi yang lewat atau mangkal di depan pantai Kuta karena hotel kita di dalam gang dan hotel kami ini tidak ada layanan untuk panggil taksi.
Setelah taksi datang kami langsung memasukkan barang2 ke dalam taksi, tak lupa saya melunasi dulu sisa pembayaran hotel.
Singkat kata kami sudah berada di airport dan menunggu untuk boarding.
Setelah ada panggilan boarding kami semua langsung naik ke pesawat dan siap untuk meninggalkan Bali saat itu.
Tapi sebelum naik ke pesawat, Iyul minta difotoin dulu di depan pesawat. Waktu itu kita tidak duduk barengan, Iyul dan mamanya berdua dengan satu orang bule dan saya juga dengan orang lain.







Suasana kabin sebelum take off


Setelah satu setengah jam perjalanan akhirnya kami tiba juga dengan selamat sampai bandara Soetta.
Dengan demikian berakhir juga liburan kami dan saatnya untuk mengahadapi kembali kesibukan yang kami tinggalkan sementara.

Terminal 3 Soetta


- Selesai -

Tahun Baru (LAGI) di Bali (pt.5)

Lanjutan dari cerita sebelumnya :

Besoknya tanggal 4 Januari 2010 kita merencanakan untuk pergi ke Bali Safari and Marine Park.
Sebelumnya kita telepon dulu kesana untuk menanyakan berapa harga tiketnya dan jam operasionalnya.
Harga untuk turis domestik Rp 110.000/orang dan untuk turis asing lebih mahal.
Harganya bisa dibilang cukup mahal bila dibandingkan dengan Taman Safari dan yang lainnya.
Kami tertarik untuk pergi kesana karena tempatnya masih terkesan baru dan kami berpikir mungkin ada perbedaan Bali Safari dengan kebun binatang lainnya.
Sebenarnya tiap jam2 tertentu disediakan bus2 kecil atau shuttle bus yang khusus untuk mengangkut penumpang sampai ke Bali Safari di titik2 tertentu di Kuta, Ubud, Sanur dan Nusa Dua. Dulu kalau tidak salah masih gratis, tapi sekarang saya lihat websitenya sudah dikenakan biaya per orangnya US$ 15 (return).
Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi websitenya : www.balisafarimarinepark.com
Tapi ga enaknya kita mesti pergi dan pulang ontime sesuai jadwal yang ada jika menggunakan layanan shuttle bus tersebut.
Karena hal tersebut akhirnya kita memutuskan untuk pergi naik motor sewaan kami lagi dengan alasan tidak mau diuber-uber oleh waktu.

Ohya malam sebelumnya sepulang dari Kintamani, saya dan Koes sempat mencari-cari hotel yang lebih murah di sekitaran gang Popies.
Kami memang hanya booking untuk 5 malam saja di hotel Grand Kumala, selebihnya kami memang sudah berencana untuk mencari yang lebih murah supaya lebih hemat.hehehe..
Sewaktu kami cari2 hotel di gang Popies, ternyata masih banyak hotel yang penuh loh dan harganya masih cukup gila2an.
Akhirnya kami dapat juga hotel yang sangat biasa di gang Popies, namanya Sari Jaya Cottages di gang Popies I, Kuta.
Dari semua hotel yang kami cari waktu itu, hanya hotel inilah yang mengijinkan satu kamar boleh ditempati lebih dari 2 orang tanpa kena charge lagi.
Harganya pun masih bisa ditawar2 loh, pertama mereka memberi harga Rp 300.000/ malam, tapi Koes tidak menyerah, melihat ibu yang punyanya bisa diajak nego, akhirnya dia mengeluarkan jurus silat lidahnya untuk menawar.
Sampai pada akhirnya disepakati bahwa permalam-nya disana Rp 200.000, termasuk breakfast (tapi hanya teh/kopi dan roti panggang).
Setelah dilihat-lihat kamarnya cukup besar dengan fasilitas TV, kulkas, dan kolam renang seadanya.
Letak hotel ini searah dengan hotel New Arena yang pernah saya tempati sebelumnya bersama teman2 Desember tahun lalu, hanya berjarak sekitar beberapa meter saja.
Akhirnya malam itu kami membayar DP nya dulu sekitar Rp 200.000, sisanya akan dibayar pas kami check-out nanti.

Sari Jaya Cottages (google)


Pool (google)


Kembali ke cerita Bali Safari, singkat kata pagi itu setelah breakfast dan mandi, kami packing barang sebentar dan check-out dari hotel Grand Kumala, tak lupa kami titipkan dulu koper2 kami di front officenya, nanti setelah pulang dari Bali Safari akan kami ambil kembali.
Bali Safari and Marine Park ini letaknya cukup jauh dari Kuta, apalagi kalau naik motor yang panasnya minta ampun semakin membuat perjalanan kesana semakin terasa…hahaha…
Tapi karena semangat kami yang berlebihan, akhirnya kami bisa sampai juga disana dengan bermodal kesok-tauan kita.hehehe..

Saat kita sampai keadaan parkiran tidak begitu ramai, saya lupa apakah masuk parkiran dikenakan biaya atau tidak.
Pas sampai kami harus jalan lagi menuju loket untuk membeli tiket. Belakangan saya baru tahu kalau membeli di agen2 travel jatuhnya akan lebih murah..
Setelah membayar kami diberi tiket yang harus di pakai dipergelangan tangan, ditiket tersebut ada barcodenya yang nanti akan discan sebelum kita naik tram.
Hal pertama yang dilakukan adalah, pengunjung diharuskan naik semacam mobil khusus yang akan mengantarkan kami ke lobby barong (tempat semua atraksi Bali Safari).
Dari tempat pertama naik sampai lobby barong tidak terlalu jauh jaraknya dan semua pengunjung diharuskan turun disini.
Masuk lobby barong kita akan dipertemukan dengan mini seaworld, ada macam2 akuarium dengan bermacam-macam jenis ikan, tetapi ada juga yang masih dalam tahap penyelesaian, jadi belum semua marine parknya jadi.
Selesai lihat ikan2, kita masuk ke area yang lebih dalam lagi. Berdasarkan peta yang didapat pengunjung sewaktu pembelian tiket, kita mengetahui bahwa akan ada show2 hewan dan lainnya.

Disana kita juga bisa lihat macan dengan jarak yang sangat dekat sekali, hanya dibatasi oleh kaca saja. Selain itu kita juga bisa berfoto dengan baby2 animal disana, bermain dengan gajah, dll. Ada juga taman kecil untuk komodo, kalau mau coba naik gajah atau unta juga bisa, tapi saya tidak tahu biayanya berapa karena saya tidak mencobanya.
Setelah berkeliling saya kebingungan, kok namanya Bali safari tapi tidak ada macam2 hewan yang dibiarkan hidup bebas kaya di Taman Safari.
Sampai pada akhirnya saya menemukan terminal mini, disana kami lihat banyak pengunjung yang naik dan turun dari mobil khusus tadi.
Tanpa basa-basi kami ikut2an naik mobil tersebut dan ternyata yang kami cari dari tadi, kami temukan disana.
Itu namanya safari tram, dimana ada sebuah mobil khusus yang akan membawa kita berkeliling melihat-lihat hewan yang berkeliaran bebas.
Tapi saya bilang tempatnya tidak seluas Taman Safari di Puncak dan hewan2nya pun masih sangat sedikit ragamnya.
Setelah mencoba safari tram, kita mau nonton elephants show, tapi sayang sampai disana kita bukannya terlambat lagi malah sudah selesai shownya. Hikss..
Akhirnya untuk mengobati kekecewaan, kami ajak bermain deh si induk gajah sama anaknya, tapi dengan catatan kami harus membeli makanan si gajah yang berupa satu sisir pisang Rp 10.000.
Sambil kasih makan, tak lupa pastinya kita foto2 juga donk..hehehe..
Selesai bermain dengan gajah, kita akan nonton show tentang penebangan liar yang akan diperagakan oleh beberapa hewan dan keeper disana.

Singkat kata, show itu adalah show terakhir untuk hari itu jadi kamipun langsung menuju ke arah luar. Sebelum benar2 keluar dari lobby barong, kami sempatkan dulu lihat2 mini theme parknya.
Selain ada berbagai wahana, disana juga ada water park tapi kalau mau masuk harus bayar lagi.
Kita sempat melihat satu wahana yang menurut saya dan Iyul patut dicoba, namanya GoGo Bouncer. Padahal kalau atraksi ini dilihat dari penampilan luar seperti mainan biasa, tapi setelah saya melihat ada beberapa orang yang mencobanya, saya terkejut karena mainan tersebut rupanya bukan mainan biasa.
Kita akan dinaik turunkan dengan kuat dan bagi yang tidak kuat saya sarankan untuk tidak naik wahana ini. Untung ada pengamannya, kalau tidak saya rasa orang bisa langsung terpental jauh.
Oh iya untuk naik wahana2 disana, kita harus bayar lagi loh untuk setiap wahana yang akan kita coba dan harganya pun saya bilang cukup mahal.
Misal untuk sekali naik GoGo Bouncer saja saya harus mengeluarkan Rp 30.000/orangnya.

Selesai mencoba dan memutari mini theme parknya, kami putuskan untuk segera pulang karena hari sudah sore, selain itu jam operasionalnya juga hampir selesai.
Sebelum pulang kami sempatkan dulu untuk melihat-lihat sebentar merchandise store disana.

Gerbang Bali Safari and Marine Park (google)


Safari Tram (google)


Menuju Lobby Barong














Koes si Kaka Tua










Koes n his friend "Kus2"








Duo Hippo






Koes n baby elephant


Big MoM




Amazing GoGo Bouncer








Koes "safari keeper"






Simba families








Sayonara Bali Safariii...


Sampai di hotel Grand Kumala, kami segera mengambil barang2 kami di front office yang tadi pagi kami titipkan karena kami harus pindah hotel malam itu.
Pas kami sampai di hotel kami yang baru di gang Popies, ternyata disana kami diberi kamar yang berbeda dari yang malam sebelumnya kami lihat.
Kamarnya itu letaknya dipojokan, seperti kamar tambahan. Alasan yang punya karena kami ber4 jadi dia kasih kamar yang paling besar. Kalau dipikir kamar yang semalam saya lihat juga itu masih bisa kok ditempati lebih dari 4 orang.
Bukannya saya tidak bersyukur dikasih kamar yang lebih besar oleh sipemilik tapi kamar yang dia kasih ke saya waktu itu agak kotor dan kurang terawat. Temboknya pun terlihat sudah agak kusam. Mungkin karena kamar tersebut kamar tambahan jadi mereka juga buatnya rada ngasal, masa kulkas dan lemari baju diletakkan di kamar mandi….
Jadi kalau orang mau ambil sesuatu di kulkas, tunggu orang selesai mandi dulu.hehehe..
Makannya saya sangat kecewa diberi kamar tersebut, soalnya kamar yang saya lihat malam sebelumnya tidak seperti itu.
Ada lagi yang bikin saya dan yang lainnya kecewa, yaitu kualitas airnya yang buruk.
Jadi airnya itu kalau buat mandi, kita berasa masih bersabun licin2 gitu padahal sudah dibilas mati2an. Kita ga ngerti kenapa bisa begitu, saya pikir cuma saya saja yang merasa seperti itu, ternyata yang lain juga.
Mungkin orang akan bilang, itu kan memang sudah resiko nginap di hotel murahhh…
Ya saya juga tahu, saya disini hanya sekedar share saja untuk yang lain. Akan tetapi apakah tidak lebih baik bagi hotel tersebut untuk memperbaiki mutu pelayanannya terhadap pelanggan sehingga akan membuat pelanggan menjadi betah untuk tinggal disana.
Akhirnya setelah dipaksakan, kami bisa tidur juga di kamar tersebut walaupun kasurnya juga kurang nyaman.
Soalnya kami harus me-recharge energi kami untuk besok, karena kami akan ke Tanah Lot pagi2. Kenapa pagi2?? Karena sore harinya Koes sudah harus kembali ke Jakarta..


- Bersambung –